Monthly Archives: August 2016

Menggunakan Media Sosial sebagai Senjata untuk Menghasut Masyarakat yang Menciptakan Sifat Destruktif

hasutan medsos

Foto: Jumpa pers di Polda Metro Jaya (Mei Amelia)

 

Jakarta – Berkembangnya media sosial saat ini sering sekali disalahgunakan oleh Orang-orang tertentu. Salah satunya  Penghasutan yang dapat tersebar cepat dalam hitungan detik saja sehingga dapat menimbulkan agresifitas yang bersifat destruktif atau menghancurkan.

Seperti yang kita dengar beberapa hari lalu saat terjadinya bentrok warga di Tanjungbalai, Sumatera Utara. Berita bentrokan tersebut tersebar secara cepat melalui medsos yang pastinya ada penambahan sedikit bumbu-bumbu bernuansa SARA yang akhirnya timbullah gesekan diantara masyarakat.

Dalam wawancara Wakil Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Hengki Haryadi mengungkapkan “Kita tahu hasutan di media sosial pasti mempercepat menyebabkan konflik di TKP dan dari beberapa kasus kerusuhan sebelumnya selalu didahului dengan adanya hasutan di medsos,” Selasa (2/8/2016).

Di jaman digital ini, masyarakat sudah sangat mengenal dan memahami internet. Tapi ada satu hal yang perlu diwaspadai, Tandas Hengki. Perkembangan internet yang sangat cepat di ruang lingkup masyarakat ini dapat menimbulkan perilaku kelompok masyarakat yang bersifat destruktif atau menghancurkan.

“Dalam sebuah teori psikologi bila sekelompok orang yang berkumpul dan menerima informasi yang negatif ataupun belum pasti kebenarannya cenderung menimbulkan emosi, cepat terpancingnya amarah akan menimbulkan agresifitas kelompok yang bersifat destruktif,” Lanjut Hengki.

Satgas Polda Metro Jaya dengan sigap mengambil langkah dengan menelusuri beberapa akun yang memposting tulisan atau pun gambar yang bersifat menghasut apau pun SARA. Sikap tersebut dilakukan agar kerusuhan di Tanjung balai beberapa hari lalu tidak melebar dan terjadi lagi.

“Kami akan terus memantau selama 24 jam untuk postingan atau upload para netizen berupa hal-hal yang kami nilai sebagai profokatif yang akan menimbulkan kemarahan dan atau kebencian terhadap individu atau kelompok ataupun SARA,” Ujar WADIR Reskrimsus Polda Metro Jaya.

Pagi hari tgl 2 bulan Agustus 2016, Salah satu Provokator atau penyebar kebencian pada salah satu akun pada media sosial Facebook terkait kerusuhan di Tanjungbalai, Sumut ini telah ditangkap oleh polisi di tempat tinggal nya di Jl. Tanjung Barat, Jagakarsa Jakarta Selatan. Nama pelaku  adalah Ahmad Taufik (AT), umur 41thn.

“Stelah terjadinya penangkapan pada AT , diharapkan masyarakat mendapatkan pembelajaran bahwa dengan ditegakannya hukum ini masyarakat mengerti dan paham, serta ini sebagai efek deteren baik specialist deterance maupun general deterence,” pungkasnya.

Sang Provokator akhirnya dibawa ke Kantor “POLISI”

Jakarta – Siapa yang tidak senang akan berkembangnya Teknologi? Semua pasti senang. Salah satu nya perkembangan Sosial Media, dengan Sosial Media kita bisa berbagi cerita keseluruh teman bahkan di seluruh Dunia dalam hitungan Detik. Masyarakat pun sudah tidak asing lagi menggunakan sosial media.

Begitu pun Ahmad Taufik (AT), Pria berusia 41thn ini juga menggunakan kecanggihan media sosial. Namun sayang, AT menggunkan sosial media untuk menyebarkan Kebencian dan permusuhan (SARA).  Dalam Akun Facebook nya AT menulis “Tanjung Balai  Medan Rusuh 30 Juli 2016…!! 6 Vihara dibakar buat Saudara Muslimku  mari rapatkan barisan… Kita buat tragedi 98 terulang kembali # Allahu_Akbar…”, Tulis AT dalam akun facebooknya (31/7).

Menurut Petugas Subdit IV Cyber Crime Unit IV Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya yang telah melakukan penyelidikan melalui media internet (Cyber Patrol), “informasi dalam  akun facebook AT termasuk dalam Tindak Pidana, karena menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku,agama,ras,dan antargolongan (sara)” ,Ujar Petugas Cyber Crime.

Karena ulah nya AT dianggap sebagai Provokator, AT ditangkap di rumah kediamannya Jl. Tanjung barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan dan AT di bawa ke Kantor Polisi pada selasa pagi (2/8).

 

AT

Menurut Wakil Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya, Hengki Haryadi mengucapkan “Ternyata hasutan di media sosial itu mempercepat eskalasi konflik di TKP dan dari kasus-kasus sebelumnya seperti kasus kerusuhan selalu didahului dengan adanya hasutan di medsos,”, Ujarnya dengan Tegas.

Berita Bentrok nya warga di Tanjungbalai tersebar cepat karena Medsos, karena ditambahkan sedikit bumbu bernuansa SARA maka akan cepat timbulnya perpecahan di tengah Masyarakat.

Dari tangan pelaku Polisi menemukan barang bukti berupa 1 buah laptop, 2 buah ponsel dan 1 buah tablet

Atas tindakannya Terhadap para pelaku dikenakan  Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45 ayat (2) dan atau Pasal 27 ayat (3) Jo Pasal 45 ayat (1) UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 156 KUHP dan atau 160 KUHP.

Dengan ancaman pidana

Pasal 45 ayat (2) pidana penjara paling lama 6 (enam) Tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 1M (satu miliyar rupiah).

Pasal 45 ayat (1) pidana penjara paling lama 6 (enam) Tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 1M (satu miliyar rupiah).