Monthly Archives: February 2016

Telecom Fraud Indonesia dan Cina 012016

PENGUNGKAPAN PERKARA KELOMPOK CINA TAIWAN

PELAKU PENIPUAN ONLINE MENGGUNAKAN VOIP

DI WILAYAH HUKUM POLDA METRO JAYA DAN JAWA TIMUR

 

Berdasarkan Surat Ministry of Public Security (MPS) China : DA 02/2016 Jakarta, tanggal 15 Januari 2016, rombongan INTERPOL CINA dan KEPOLISIAN CINA bersama – sama dengan INTERPOL INDONESIA koordinasi dengan Direktorat Reserse Kriminal Khusus, PMJ membahas permintaan bantuan pelacakan dan penangkapan terhadap pelaku penipuan online (menggunakan VOIP/telephony) dengan menggunakan infrastruktur IT di Indonesia yaitu menyewa bandwidth jaringan Internet internasional dan domestic, menyewa beberapa ruko untuk meletakkan perangkat IT berupa yang Tower, antenna, server, router, switch dan modem, menyewa rumah dan memasukkan orang – orang cina untuk melakukan penipuan online menggunakan fasilitas tersebut, kemudian para pelaku menelpon korban – korban yang berada di cina.

Kelompok pelaku mendaftar sebagai konsumen jasa internet kepada beberapa perusahaan ISP yang berada di Indonesia dengan memberikan informasi data pengguna dengan menggunakan KTP Palsu. PT. ORION CYBER INTERNET, PT. MEDIA ANTAR NUSA dan PT. WEB DATA SOLUSINDO, PT. KING NETWORK INDONESIA, PT. PEMUDA BERKARYA MANUNGGAL teregistrasi atas nama DANIEL dan teknisi bernama FARID.

Modus Operandi

  • Menelpon korban, mengabarkan jika korban memenangkan sejumlah uang dari sebuah undian. Untuk dapat menerima undian tersebut korban harus menebus uang administrasi sejumlah 1.300.000 RMB atau senilai Rp 2,6 M
  • Menelpon korban, mengabarkan bahwa rekening bank milik korban akan disita oleh pengadilan karena terlibat dalam kejahatan pencucian uang. Supaya rekening korban tersebut tidak di blokir, korban diminta ditransfer sejumlah uang ke rekening pelaku.
  • Dan lain – lain.

 

Penyelidikan

Tim Penyidik melakukan tracing terhadap lokasi penempatan Ip Address tersebut namun Ip Address tersebut diletakkan di ruko yang tidak berpenghuni, dengan alamat :

  • RUKO VIERA BLOKC NO.2 GRAHA RAYA TANGERANG
  • RUKO PRIMA SENTRA GROSIR BLOK – D7
  • RUKO PRIMA SENTRA GROSIR BLOK – D7
  • CAMAN 8 BEKASI
  • RUKO GRACIA BOULEVARD GC 06 GRAHA BINTARO
  • RUKO PASAR MODERN PUNCAK PERMAI NO.52
  • RUKO JL.TABRANI, KALIABANG – BEKASI
  • BINTARA JAYA RAYA RT/RW:5/3 PASAR SUMBER ATHA

Lokasi Tower Jakarta

Gambar 1:Letak Lokasi Tower yang dibangun oleh Kelompok Pelaku di Jakarta

Berdasarkan hasil analisa data digital yang berada di barang bukti milik tersangka diperoleh petunjuk bahwa pelaku melakukan Tunneling (Private Network) Jakarta – Surabaya. Adapun lokasi yang para pelaku tersebut adalah :

  1. RUKO TAMAN GAPURA H-6 CITRALAND
  2. RUKO PASAR MODERN PUNCAK PERMAI NO.52
  3. RUKO PLAZA GRAHA FAMILI
  4. RUKO BUKIT DARMO GOLF R-37
  5. RUKO KUPANG JAYA KAV.14

Lokasi Tower Surabaya

Gambar 2 : Lokasi Tower Di Surabaya

Tunelling Jakarta Surabaya

Gambar 3 : Tunneling (Private Network) Jakarta – Surabaya

 

Penangkapan

  • Pada tanggal 26 Januari 2016, sekitar jam30 wib Penyidik melakukan penangkapan terhadap seorang pelaku yang melakukan konfigurasi infrastruktur IP yang digunakan oleh pok pelaku penipuan. identitas pelaku sebagai berikut : IM Alias F, 38 th, WNI, Kec Wonokromo, Jawa Timur
  • Pada tanggal 27 Januari 2016 dilakukan penangkapan kepada Sdr. W alias E (51 th) pada pukul 23.00 wib di salah satu Ruko yang telah disewa pok pelaku, di Surabaya;
  • Pada tanggal 28 Januari 2016 sekitar pukul 02.30 wib dilakukan penangkapan terhadap 9 (sembilan) orang WNA asal China dan 1 (satu) orang WNI di salah satu Perumahan yang sudah disewa oleh pok. pelaku, di Surabaya atas nama :
  1. CMC (39), WNA China dan paspor;
  2. STS (26), WNA China dan paspor;
  3. SSK (25), WNA China dan paspor;
  4. CYH (40), WNA China dan paspor;
  5. CHT (35), WNA China dan paspor;
  6. WSC (25), WNA China dan paspor;
  7. SWC (28), WNA China dan paspor;
  8. HK alias C (35), WNI;
  9. LCC alias R (51), WNA Taiwan
NO NAMA PERAN KET
1 LCC alias R ·   Penghubung antara Pelaku di Cina dan HK

·   Menerima uang untuk operasional dari “Master Mind” Di Taiwan/Cina

 

Keturunan Cina

Bisa Bahasa Mandarin

WNA

2 HK alias C ·   Menerima uang untuk operasional dari “Master Mind” Di Taiwan/Cina

·   Menyewa ruko/ rumah

·   Membayarkan uang untuk membangun IT

·   Mentransfer uang ke rekening pelaku lain untuk operasional

·   Menyewa internet di ISP

·   Menyuruh untuk membuat KTP/KK/identitas palsu

 

Keturunan Cina

Warga negara indonesia

4 IM alias F ·   Memasang tower

·   Konfigurasi IP/ internet/ IT sehingga susah dilacak oleh polisi cina/ Indonesia

·   Konfigurasi jaringan IT

·   Melakukan pengecekan koneksi

 

WNI
5 W alias E ·   Antar / jemput pelaku dari airport / ke tempat hiburan

·   Suplay logistic

·   Antara peralatan IT

 

6 CMC, STS, SSK, CYH, CHT, WSC, SWC ·   Pelaku penipuan di Indonesia Warga Negara Cina

 

 

Barang Bukti

Penangkapan pada tgl 26 Januari 2016 :

  1. 1 (satu) Laptop merk Lenovo warna hitam;
  2. 1 (satu) tablet warna putih;
  3. 1 (satu) hp mito warna hitam;
  4. 3 (tiga) hp Samsung type GT-E 1205 T warna hitam;
  5. 1 (satu) hp Samsung type GT-E 1205 T warna putih;
  6. 1 (satu) hp Iphone 4 warna hitam;
  7. 2 (dua) sim A dan C atas nama IBRAHIM MAHDI;
  8. 2 (dua) ATM paspor BCA;
  9. 2 (dua) kartu kredit Bank Mega;
  10. Uang tunai Rp 727.000,- (Tujuh Ratus Dua Puluh Tujuh Ribu);
  11. 1 (satu) Bendel kunci Ruko;
  12. 1 (satu) Token BCA;
  13. 6 (enam) Kunci Pas; dan
  14. 1 (satu) Tang (kakatua).

BB1

Gambar 4 : Barang Bukti Penangkapan

 

Penangkapan pada tgl 27 dan 28 Januari 2016 :

  • 8 (delapan) Laptop;
  • 1 (satu) tablet warna putih;
  • 6 (enam) buah HP
  • 4 KTP / SIM Pelaku WNI;
  • 4 (dua) ATM paspor BCA;
  • 1 (satu) buah buku rekening
  • 1 (satu) Token BCA
  • 52 (lima puluh dua) unit Telepon Kabel;
  • 11 (sebelas) unit kalkulator.

BB2

Gambar 5 : Barang Bukti Penangkapan 2

 

Dugaan tindak pidana penipuan melalui media internet sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) Jo Pasal 34 UU RI No.11 Tahun 2008 Tentang ITE dan atau Pasal 378 KUHP jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dan atau pasal 3, 4, 5 UU No. 8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

 

Dengan ancaman pidana penjara 10 tahun dan atau denda 10 M